Selasa, 18 Mei 2010

EKONOMI PEMBANGUNAN - BY IKSAN AW FKIP UNSA SUMBAWA BESAR



ADMINISTRASI NEGARA DAN PEMBANGUNAN



Hubungan Administrasi Publik dengan Pembangunan : Konsep dan Teori
Deskripsi
Di dalam sesi ini akan diperkenalkan berbagai upaya pakar untuk merekayasa administrasi publik dalam mensukseskan pembangunan. Hal ini dapat terlihat dari upaya memperkenalkan disiplin administrasi pembangunan khususnya bagi Negara sedang berkembang yang memiliki lingkungan khusus. Konsep dan teori administrasi pembangunan akan diperkenalkan dalam sesi ini.

1. Konsep Administrasi Publik
Istilah administrasi publik sering digunakan untuk menunjukkan Administrasi Pemerintahan atau birokrasi pemerintah. Hal ini dapat dipahami karena pemahaman terhadap istilah publik sangat bervariasi. Publik memang dapat diartikan sebagai masyarakat luas sebagai lawan dari individu, tetapi publik juga diartikan sebagai mereka yang bekerja untuk kepentingan masyarakat luas atau lembaga pemerintah (Yeremias T. Keban : Modul Adm. Negara Pembangunan).

Definisi Administrasi Negara :
Barton dan Chappel melihat administrasi publik sebagai “The Work of Government” atau pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah. Definisi ini menekankan aspek keterlibatan personel memberikan pelayanan publik.
Henry memberi batasan bahwa Administrasi Publik adalah suatu kombinasi yang komplek antara teori dan praktek, dengan tujuan mempromosikan pemahaman terhadap pemerintah dan dalam hubungannya dengan masyarakat yang diperintah dan juga mendorong kebijakan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan sosial. Administrasi publik berusaha melembagakan praktek-praktek manajemen agar sesuai dengan efektivitas, effisiensi dan pemenuhan secara lebih baik kebutuhan masyarakat.
Nigro & Nigro mengemukakan bahwa administrasi negara adalah : usaha kerjasama kelompok dalam suatu lingkungan publik, yang mencakup ketiga cabang judicative, legislative dan executive : mempunyai suatu peranan penting dalam mempormulasikan kebijakan politik, sehingga menjadi bagian dari proses politik, yang sangat berbeda dengan cara-cara yang ditempuh oleh administrasi swasta, dan berkaitan erat dengan beberapa kelompok swasta dan individu dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. Definisi ini lebih menekan proses institusional, artinya bagaimana usaha kerjasama kelompok dapat dimanfaatkan sebagai means kegiatan publik yang berbeda dari kegiatan swasta.

Dengan demikian definisi ini melihat bahwa administrasi merupakan kombinasi teori dan praktek yang mencampuri proses manajemen dengan pencapaian nilai-nilai normatif dalam masyarakat.

2. Konsep Pembangunan
a. Micheal Todaro memberikan defenisi : Pembangunan adalah proses multidimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam struktur sosial, sikap-sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional dan juga akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan.
b. Mark Turner dan David Hulme : mendefinisikan pembangunan adalah proses modernisasi perubahan menyeluruh dari masyarakat tradisional atau pra modern kebentuk penguasaan teknologi dan perubahan organisasi sosial masyarakat dengan ciri meningkatkan kesejahteraan ekonomi, stabilisasi politik seperti dunia barat.
c. Coralie Bryant dan Louise G. White : Pembangunan sebagai suatu peningkatan kapasitas untuk mempengaruhi masa depan mempunyai beberapa implikasi. Pertama ; Memberikan perhatian terhadap kapasitas, terhadap apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dan tenaga guna membuat perubahan. Kedua ; mencakup keadilan, perhatian yang berat sebelah kepada kelompok tertentu akan memecah belah masyarakat dan mengurangi kapasitasnya. Ketiga ; Penumbuhan kuasa dan wewenang dalam pengertian bahwa hanya jika masyarakat mempunyai kuasa dan wewenang tertentu maka mereka akan menerima manfaat pembangunan.

3. Hubungan Administrasi Publik dengan Pembangunan

a. Perilaku Administratif

Terdapat dua pendekatan pokok dalam menjelaskan perilaku :
· Pertama : Suatu model rasional yang memusatkan perhatian pada individu, anggota dan tujuan-tujuannya.
· Kedua : Terhadap perilaku sering disebut model sosiologis, pendekatan ini memeriksa berbagai faktor yang mempengaruhi sikap maupun perilaku individu, serta cara perilaku mempengaruhi sikap.

1) Model Rasional
Model rasional menitik beratkan pada insentif dari organisasi yang diberikan kepada individu untuk melakukan pekerjaan guna mencapai tujuan.

2) Model Sosial – Psikologis
Model Sosial –Psikologis menitik beratkan pada pengaruh sosial dan psikologis terhadap individu, dalam melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan.

Paradoks Administrasi Pembangunan
Paradoks administrasi pembangunan ialah bahwa administrasi yang efektif merupakan hal hakiki untuk mewujudkan pembangunan, tetapi justru keefektifan inilah yang dapat serta mencegah pembangunan politik. Masalahnya adalah bahwa pembangunan politik selalu berkisar pada soal kekuasaan. Ada tuntutan agar sumber daya yang langka dikelola secara efektif, tetapi terdapat pula tuntutan agar makin banyak orang yang berperan dalam pembuatan keputusan mengenai sumber-sumber daya itu.
Ketika para administrator mengembangkan kemampuan mereka untuk mengelola sumber-sumber daya, mereka cenderung menghentikan pelebaran sayap lembaga-lembaga politik yang mutlak perlu untuk didistribusi kekuasaan lebih lanjut.
Menurut Stanley Heginbotham dalam studinya : menyatakan Adopsi unsur-unsur modern pada struktur dan proses dalam sebaran birokrasi menciptakan potensi bagi peningkatan kapasitas kelembagaan sebagai hasil dari diferensiasi yang lebih banyak, komunikasi yang lebih baik, atau kontrol yang lebih efektif. Bersamaan dengan ini inovasi-inovasi yang demikian cenderung membangkitkan konflik-konflik baru dan ketidak selarasan yang mengurangi kapasitas kelembagaan. Tantangan pembangunan administratif ialah modernisasi dengan cara demikian rupa sehingga dinamika hal pertama memperoleh kekuatan lebih besar daripada dinamika hal kedua tersebut.
Ketika para administrator meningkatkan kemahiran teknisnya, ia cendrung mendominasi keputusan-keputusan kebijakan dan menutup pintu bagi diskusi terbuka mengenai strtegi-strategi alternatif. Maka lalu muncul paradoks : ketidak mampuan administratif menyebabkan pembangunan tidak dapat berlangsung, sedangkan meningkatnya kemampuan administratif juga dapat menghambat pembangunan dengan menghalangi terciptanya kekuasaan politik.

b. Pembangunan
Secara struktural tanggungjawab merancang dan melaksanakan pembangunan sering dilakukan pada tingkat nasional. Bentuk pertama dan yang lazim ialah penanganan proyek atau program oleh suatu badan pelaksana atau kementrian.
Ada empat aspek dalam konseptualisasi proyek dan program sebagai bagian dari proses pembangunan yang berinteraksi :
· Pertama, proyek-proyek harus diseleksi dalam hubungan dengan kebutuhan programnya, proyek harus dirancang untuk mendorong agar program dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan proyek itu harus dievaluasi antara lain dalam kaitannya dengan keefektifan memacu kemampuan organisasi dalam menanggapi prakarsa dari masyarakat.
· Kedua, organisasi proyek dapat merancang proyek riil agar cocok dengan konteks lingkungannya memerlukan adanya perkiraan sumber daya dan kendala ekonomi, sosial yang akan dihadapi.
· Ketiga, menyangkut struktur insentif bagi perilaku dalam suatu proyek. Apakah prilaku yang diransang oleh insentif itu selaras dengan tujuan proyek.
· Keempat, penting untuk memikirkan dan mengevaluasi efesiensi serta keadilan yang ada dalam proyek itu sendiri, tingkat imbalan investasi dan dampak serta distribusi manfaat proyek seperti tercantum dalam usulan.

Kesimpulan
Administrasi pembangunan dapat memainkan peranan penting dalam melangsungkan perubahan yang bersifat membangun. Yang paling memungkinkan untuk peleksanaan peran ini secara baik ialah bila terdapat sumber-sumber kekuasaan lain yang mempunyai kekuatan untuk terus meningkatkan administrasi pada tanggungjawabnya. Karena dampak factor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi para administrator diharapkan mampu sepenuhnya menguasai administrasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam organisasi dan proyek pembangunan, sehingga dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam kegatan pembangunan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar